Tuesday, May 15, 2012

Ingat ALLAH . . .

assalamualaikum,


sudah agak lama rasanya aku tak update blog ni, al maklumlah NO TIME . . . . heee :D


no time utk blogging takpe, jangan no time untuk ALLAH . . . 


aku percaya, jika kita sentiasa meluangkan masa untuk ALLAH, Dia pasti akan membalasnya, Dia pasti akan menghargainya . . . dengan mengingati ALLAH, hati akan menjadi tenang . . . :)





" Hai orang-orang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya . . . Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang . . . " ( Al-Ahzab : 41-42 )


INGAT ALLAH . . . . INGAT ALLAH ITU ADA KETIKA KITA SUSAH, DI KALA HATI GELISAH . . . . 

Allah sentiasa menjaga hambaNya, hati mereka yang terluka pasti terubat dengan kuasa Allah, bukan dengan cinta duniawi, tetapi dengan cinta Allah SWT . . . .


♥ Bila ALLAH Ambil Cinta ♥

Perempuan yang suci adalah perempuan yang dijaga oleh Allah
Tidak sedikit pun Allah membenarkan mana² lelaki ajnabi yang fasik menyentuh dirinya walaupun hatinya. kerana Allah teramat mencintainya.

Tetapi andai kamu bergelumang dengan cinta lelaki yang palsu imannya

Di mana Allah untuk menjaga kamu? Allah seakan melepaskan kamu
Kepada seorang manusia yang lebih banyak mengecewakan kamu.

Jika Allah datangkan kesedaran dalam diri supaya meninggalkan cinta seorang lelaki yang munafik, Itu bermakna Allah mahu mengambil kamu kembali untuk dijaga dan dilindungi-Nya .

Mengapa masih ragu²?

Kekuatan usah ditunggu tapi harus dicari,
Hargailah di atas kesempatan yang Allah beri..♥


Saturday, February 25, 2012

Renungan Bersama . . .

MAKSUD SETIAP BACAAN SOLAT :) sama-samalah kita menghayatinya~




Takbiratul-Ihram & Takbir
Allah Maha Besar..

Doa Iftitah
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya. Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi, dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang musyrik. Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku, matiku adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam..

Al-Fatihah
Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pemurah lagi maha mengasihani. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

Bacaan ketika rukuk
Maha Suci TuhanKu Yang Maha Besar dan dengan segala puji-pujiannya..

Bacaan ketika bangun dari rukuk
Allah mendengar pujian orang yang memujinya..

Bacaan ketika iktidal
Wahai Tuhan kami, bagi Engkaulah segala pujian..

Bacaan ketika sujud
Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya..

Bacaan ketika duduk di antara dua sujud
Ya Allah, ampunilah dosaku dan rahmatilah daku, lindungilah daku,angkatlah darjatku, rezekikan daku, berilah aku petunjuk, selamatkanlah daku dan maafkanlah akan daku.

Bacaan ketika Tahiyat Awal
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.

Bacaan ketika Tahiyat Akhir
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan keatas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Doa Qunut
Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjuki. Sejahterakanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sejahterakan. Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berkatilah hendaknya untukku apa-pa yang telah Engkau berikan padaku. Jauhkanlah aku daripada segala kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya hanya Engkau sahajalah yang menetapkan, dan tidak sesiapa pun yang berkuasa menetapkan sesuatu selain daripada Engkau. Sesungguhnya tidak terhina orang yang memperolehi pimpinanMu. Dan tidak mulia orang-orang yang Engkau musuhi. Telah memberi berkat Engkau, ya Tuhan kami dan maha tinggi Engkau. Hanya untuk Engkau sahajalah segala macam puji terhadap apa-apa yang telah Engkau tetapkan. Dan aku minta ampun dan bertaubat kepada Engkau. Dan Allah rahmatilah Muhammad, Nabi yang ummi dan sejahtera keatas keluarganya dan sahabat-sahabatnya



" Sesungguhnya, solatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kerana ALLAH Ta'ala "


Sunday, January 29, 2012

Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Al Quran . . .




Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala : Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah saw. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.
Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Abdullah : “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.” Wanita tua : “Salaamun qoulan min robbi rohiim.” (QS. Yaasin : 58) (“Salam sebagai ucapan dari Tuhan maha kasih”)
Abdullah : “Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?”
Wanita tua : “Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu.” (QS : Al-A’raf : 186 ) (“Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya”)
Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.
Abdullah : “Kemana anda hendak pergi?” Wanita tua : “Subhanalladzi asra bi ‘abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa.” (QS. Al-Isra’ : 1) (“Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa”)
Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.
Abdullah : “Sudah berapa lama anda berada di sini?” Wanita tua : “Tsalatsa layaalin sawiyya” (QS. Maryam : 10) (“Selama tiga malam dalam keadaan sehat”)
Abdullah : “Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?”
Wanita tua : “Huwa yut’imuni wa yasqiin.” (QS. As-syu’ara’ : 79) (“Dialah pemberi aku makan dan minum”)
Abdullah : “Dengan apa anda melakukan wudhu?” Wanita tua : “Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha’idan thoyyiban” (QS. Al-Maidah : 6) (“Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih”)
Abdulah : “Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?”
Wanita tua : “Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil.” (QS. Al-Baqarah : 187) (“Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam”)
Abdullah : “Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?”
Wanita tua : “Wa man tathawwa’a khairon fa innallaaha syaakirun ‘aliim.” (QS. Al-Baqarah : 158) (“Barang siapa melakukan sunnah lebih baik”)
Abdullah : “Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?”
Wanita tua : “Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta’lamuun.” (QS. Al-Baqarah : 184) (“Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui”)
Abdullah : “Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?”
Wanita tua : “Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun ‘atiid.” (QS. Qaf : 18) (“Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid”)
Abdullah : “Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?”
Wanita tua : “Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam’a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana ‘anhu mas’ula.” (QS. Al-Isra’ : 36) (“Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan”)
Abdullah : “Saya telah berbuat salah, maafkan saya.”
Wanita tua : “Laa tastriiba ‘alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum.” (QS.Yusuf : 92) (“Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu”)
Abdullah : “Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan.”
Wanita tua : “Wa maa taf’alu min khoirin ya’lamhullah.” (QS Al-Baqoroh : 197) (“Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya”)





Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :”Qul lil mu’miniina yaghdudhu min abshoorihim.” (QS. An-Nur : 30) (“Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka”)
Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap :
“Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum.” (QS. Asy-Syura’ 30) (“Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri”)
Abdullah : “Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu.”
Wanita tua : “Fa fahhamnaaha sulaiman.” (QS. Anbiya’ 79) (“Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman”)
Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilakan wanita tua itu naik.
Abdullah : “Silakan naik sekarang.”
Wanita tua : “Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun.” (QS. Az-Zukhruf : 13-14) (“Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami”)
Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita itu berkata :
“Waqshid fi masyika waghdud min shoutik” (QS. Lukman : 19) (“Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu”)
Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair, Wanita tua itu berucap :
“Faqraa-u maa tayassara minal qur’aan” (QS. Al- Muzammil : 20) (“Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur’an”)
Abdullah : “Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak.”
Wanita tua : “Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab.” (QS Al-Baqoroh : 269) (“Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu”)
Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya : “Apakah anda mempunyai suami?”
Wanita tua : “Laa tas-alu ‘an asy ya-a in tubda lakum tasu’kum” (QS. Al-Maidah : 101) (“Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu”)
Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya : “Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?”
Wanita tua : “Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya.” (QS. Al-Kahfi : 46) (“Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia”)
Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.
Abdullah : “Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?”
Wanita tua : “Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun” (QS. An-Nahl : 16) (“Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk”)
Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.
Abdullah : “Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?”
Wanita tua : “Wattakhodzallahu ibrohima khalilan” (QS. An-Nisa’ : 125) (“Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi”)
“Wakallamahu musa takliima” (QS. An-Nisa’ : 146) (“Dan Allah berkata-kata kepada Musa”)
“Ya yahya khudil kitaaba biquwwah” (QS. Maryam : 12) (“Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh”)
Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.
Wanita tua : “Fab’atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho’aaman fal ya’tikum bi rizkin minhu.” (QS. Al-Kahfi : 19) (“Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu”)
Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :”Kuluu wasyrobuu hanii’an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah” (QS. Al-Haqqah : 24) (“Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu”)
Abdullah : “Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya.”
Ketiga anak muda ini secara serempak berkata : “Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur’an, karena kuatir salah bicara.”
Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap : “Fadhluhu yu’tihi man yasyaa’ Wallaahu dzul fadhlil adhiim.” (QS. Al-Hadid : 21) (“Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar”)
[Diambil dari kitab Misi Suci Para Sufi, Sayyid Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168]


:: akhwatmuslimah.com ::




Wednesday, January 25, 2012

S.A.B.A.R






memang benar, apa yang kita inginkan di dunia ini tidak mudah untuk kita gapai kecuali dengan izin ALLAH . . . ALLAH tidak pernah mengecewakan hambaNya, Dia juga tidak membebankan manusia dengan bebanan yng tidak mampu digagahi . . . betapa ALLAH itu Maha Pengasih . . . bila kita jatuh, Dia ada memimpin kita . . . bila kita sakit, Dia ada untuk menghapuskan dosa kita . . . bila kita diduga, Dia sentiasa ada kerana setiap ujian itu adalah untuk menguji kesabaran manusia . . . maka, bersabarlah atas apa jua dugaan yang menimpa kerana Allah sentiasa bersama orang orang yang sabar . . . 


cakap senang, tapi hendak melakukannya, susah bukan? bila kita berada dalam sesuatu kesusahan, baru kita faham apa itu KESUSAHAN yang sebenar . . . tetapi, bila melihat orang lain berada dalam kesusahan, kenapa sukar kita menghulurkan tangan, malah hanya DOA sahaja kita tidak mampu hulurkan . . . na'uzubillah . . . . ingatlah, hidup seperti putaran roda . . . kadang-kadang, kita di atas, kadang-kadang kita di bawah . . . bila kita di atas, kita hanya tersenyum melihat yang di bawah . . . bila kita di bawah, kita tertanya-tanya mengapa bukan kita yang di atas . . . 


sudah menjadi kebiasaan , manusia sukar bersyukur walaupun ia tahu takdir itu tidak pernah salah . . . yang salah itu manusia sendiri kerana manusia tidak pernah bersyukur . . . andai sakit, tidak salah untuk mengucapkan Alhamdulillah kerana ketika kita sakit itulah ALLAH menghapuskan dosa kita . . . tetapi, kita lebih memilih untuk mengeluh kesakitan daripada bersyukur kerana masih diberikan peluang untuk hidup mengejar redha Ilahi . . . 


sesungguhnya, yang baik itu datang dari Allah . . . yang buruk datang dari manusia, ingat mengingatlah antara kamu, jika hanya menunggu insan sempurna menegur kita, sampai bila . . . 


peringatan untuk diri sendiri dan muslimin muslimat sekalian . . . :)


wallahu'alam . .



Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Dia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat) – al-Mulk (67) : 2





Friday, January 20, 2012

ManuSia suKa menCari PenyaKit C.I.N.T.A



sakitkah mencintai?? sakitkah dicintai oleh insan yang tak mencintai sepertimana kita mencintainya?? andai hati hanya mencintai ALLAH, tak akan mudah kita sakit oleh cinta dunia... tenanglah hati dengan hanya mencintai ALLAH... maka, tipulah kalau kita kata cinta itu menyakitkan.. sebab manusia itu sendiri yang mencari penyakit.... :)






" ya Allah, aku mohon petunjukMu, aku tak pernah jemu beristikharah, namun kali ini aku jua tak mengerti, apakah benar dialah yang ditakdirkan untukku, sebelum ini hatiku berkata tidak pada insan yang pernah hadir dalam hidupku namun mengapa bila dia hadir aku sukar membuang dia dari hatiku, aku senang tika dia menyapa walau tak bersua, hanya petunjuk dariMu mampu mendamaikan hati ini... "





" ya ALLAH, saat dia berbicara tentang yang lain, tentang insan lain, hanya Kau yang tahu rasa di hati ini namun aku tetap tersenyum mendoakannya.. ya ALLAH, bahagiakan lah hati kami, jika kami bukan ditakdirkan untuk bersama, maka pisahkanlah hati kami.. aku hanya ingin menagih cinta Mu.. biar cinta pada manusia ini lenyap dari hati.. kerana sesungguhnya aku ingin cinta yang abadi, iaitu cinta Ilahi.. biarpun aku terluka, aku tak menyalahkan CINTA, kerana aku sendiri yang mengejar CINTA, wajarlah aku yang merana.. memang fitrah manusia dianugerahkan perasaan ini, namun andai ia baik bagiku, bukalah jalan yang luas bagi kami, ya ALLAH... kerana itu yang aku dambakan, petunjuk dariMu, hapuskan perasaan ini meskipun ia payah buatku..."
" Menyintai datang dari mata, sedangkan menyintai datang dari hati, jika hati ingin berhenti dari menyintai, maka tutuplah hati, tapi jika cinta yang ditutup di hati, yang akan berubah hanya airmata yang mengalir dari mata...."




oleh itu, sabarlah dengan kesakitan mencintai, sesungguhnya itulah lumrah mencintai... hanya dengan zikrullah (mengingati ALLAH), jiwa akan menjadi tenang... berserahlah pada jodoh kerana wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan sebaliknya.. 

ALLAH itu sweet kan?? Dia nak bagi "surprise" kat kita siapa jodoh kita.. so, tak payah berharap jodoh kita ada pada insan yang kita suka... :)


"wallahu'alam"
-Nurafiqah-





Sunday, December 18, 2011

QuL HasbiyaLLah . . .


QUL HASBIYALLAH . . . . "cuKupLah ALLAH baGiKu . . . "

aku tetap TERTAWA walaupun sebenarnya aku ingin MENANGIS . . . aku tetap TERSENYUM walaupun sebenarnya aku KECEWA . . . aku tetap KUAT walaupun sebenarnya aku sudah TAK SANGGUP lagi . . . aku tetap SEMANGAT walaupun aku TERTEKAN oleh masalah . . . dan yang terpenting tetap SABAR dan memandang segalanya baik sahaja walaupun sebenarnya hatiku LEMAH dan sedang TERLUKA . . . . 




ya Allah, Kau Maha Mengetahui segala galanya . . . bila kehadiranku mengganggu hatinya, tidak membawa kebaikan padanya, maka kau pisahkanlah kami biarpun kami terluka . . . bila aku tak layak dan bukan yang terbaik untuknya, maka Kau jauhkanlah aku darinya . . . bila bukan aku yang tertulis untuk melengkapkan separuh dari agamanya, maka jarakkan kami agar tidak timbul rasa yang mengundang kecewa . . . bila aku bukan yang terbaik, bila aku bukan yang tercatat dalam takdir, dan bila dia berhak kepada yang lebih baik, maka jarakkan kami, pisahkan kami . . . jangan menangisi perpisahan, kelak DIA akan gantikan dengan seseorang yang telah tercatat dengan seseorang yang terbaik untuk dunia dan akhirat . . .

hidup ini susah kita nak duga . . . kadangkala kita rasa DEKAT dengan seseorang itu, tapi sebenarnya JAUH . . . walaupun kita dapat BERSAMA dia, belum tentu HATI dia dapat kita SELAMI . . . mungkin kita boleh buat dia KETAWA, tapi kita tak tahu apa makna senyumannya . . . bila dia menangis kita rasa kita dapat MEMUJUKNYA, walhal kehadiran kita langsung TAK DISEDARI . . . .



 sekuat mana saya setia, sehebat mana saya merancang, sejauh mana saya menunggu, sekeras mana saya bersabar, sejujur mana saya menerima awak . . . jika ALLAH tidak menulis jodoh kita bersama, kita tetap tidak akan bersama . . . 
tiada yang kebetulan melainkan semuanya telah dirancang . . . dan sebaik baik yang merancang itu adalah ALLAH S.W.T.

Qul hasbiyallah, , , Allah tidak pernah membuatku kecewa melainkan manusia yang hadir dalam kehidupanku, cukuplah hanya Allah untukku kerana penantian untuk manusia yang aku tidak pasti kehadirannya hanyalah sia sia bagiku . . . 

wassalam, 
::Nurafiqah::




Tuesday, November 29, 2011

waHai peMiLik tuLaNg RusuKku . . .

 CINTA ITU RAHSIA HATI, RAHSIA ALLAH . . . 


Ya Allah, jika dia yang Engkau ciptakan untuk mengisi KEKOSONGAN ini, sampaikanlah kepadanya . . .  Jika dialah yang TERBAIK unyuk hidupku dan agamaku, maka mudahkanlah jalan ini untuk ke sana . .  . jika dialah yang tertulis sebagai TEMAN hidup dan matiku, PANJANGKANLAH hubungan ini serta ikatan ini hingga ke akhir hayat . . .  





Tidak bertemu MATA, tidak bertemu SUARA, tidaK 

mengungkap  

JANJI, tidak bermadah CINTA, cukuplah kata MENGINGAT 

Allah,

 cukuplah NASIHAT serta TEGURAN, cukuplah aku tahu 

dirimu 

punya AGAMA dan IMAN..soal HATI dan PERASAAN biar 

masa

 menentukan..hati kita Allah yang PUNYA, hati kita Allah 

yang 

JAGA..BERDOALAH kerana itu SENJATA kita..andai 

TAKDIR

 hidup bersama, pasti Allah PERMUDAHKAN JALANNYA . .





✿~ Andai kehadiranku punca GOYAHNYA IMANMU, maafkan aku..
✿~ Andai kehadiranku punca HATIMU MERANA, maafkan aku..
✿~ Andai kehadiranku punca LALAINYA HATIMU, maafkan aku..
✿~ Andai kehadiranku punca LEMAH dan BERKURANGNYA SEMANGAT mujahadahmu, maafkan aku..

Sungguh, itu semua BUKANLAH NIATKU..




Izinkan aku MENGUNDUR DIRI, kerana aku TAKUT hati ini TERSASAR dari landasan cintaNya..izinkan aku mengundur diri, kerana aku takut menaruh HARAPAN pada sesuatu yang tidak pasti..izinkan aku mengundur diri, kerana aku tahu diri ini TIDAK SETANDING kamu, aku tahu tahap IMANKU..namun aku TIDAK TAHU tahap iman kamu..yang pasti, tahap iman kamu jauh LEBIH TINGGI daripada tahap imanku yang cuma secebis . . .


firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 216 :

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu . . . dan bolah jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui sedang kamu tidak mengetahui . . . "



Saturday, November 26, 2011

Salam Maal Hijrah . . .


Assalamualaikum . . . . Salam Maal Hijrah . . . Selamat menyambut tahun baru hijrah 1433H . . . berakhir sudah tahu 1432H, tahun baru kini menjelma . . . sudah pastinya azam baru, yang pasti semuanya ingin menjadi lebih baik dari hari ini dan semalam . . . 

Setiap insan inginkan perubahan, dari susah kepada senang, dari sedih kepada gembira, dari kegagalan kepada kejayaan dan dari jahat kepada baik . . . 

HIJRAH ITU PENGORBANAN . . . . 
HIJRAH ITU PERJUANGAN . . . .

Hijrah bukan semestinya bererti perpindahan dari satu tempat ke satu tempat seperti yang berlaku dalam peristiwa Hijrah zaman Rasulullah S.A.W . . . . ianya juga merangkumi penghijrahan dari aspek kehidupan, iman, taqwa, komitmen, dan perhubungan, hablumminallah hablumminannas . . . . 

tak semuanya yang kita inginkan, kita akan dapat mencapainya . . . segalanya memerlukan pengorbanan dan perjuangan . . . 


عن أمِيْرِ المُؤْمِنِيْنَ أبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّاب رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ ا للهِصلى الله عليه وسلم یَقُولُ: (( إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ آَانَ تْهِجْرَتُهُ إِلىَ اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ وَمَنْ آَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا یُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَ ةٍیَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ)) . رواه إماما الحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بنإبراهيم بن المغيرة بن بردزیة البخاري، وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيريالنيسابوري في صحيحيهما اللذین من أصح الكتب المصنفة

maksudnya:
Daripada Amirul Mukminin Abu Hafsin 'Umar ibn al-Katthab r.a. beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

Bahawa sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niat, dan bahawa sesungguhnya bagi setiap orang apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya kerana dunia yang dia mahu mencari habuannya, atau kerana seorang perempuan yang dia mahu kahwininya, maka hijrahnya ke arah perkara yang ditujuinya itu.

oleh itu, setiap tingkah laku dan perbuatan seseorang itu bergantung kepada niat seseorang . . . jika baik niatnya, insyaAllah baiklah ganjaran nya, begitu juga sebaliknya . . . . 

sempena Tahun Baru Hijrah ini, sama2 lah kita meningkatkan iman & taqwa menuju keredhaan Allah Azza Wa Jalla . . . semoga azam baru kita mampu dicapai dengan usaha & tawakkal yang istiqomah . . . . 


SALAM MAAL HIJRAH,
Nurafiqah . . . . :)